Berita

UAR Gelar Pelatihan Bekam di Pengungsian Penyintas Gempa Flores

Logo

Posted by: Al Mujahid WA

01 October 2026 23:28 WIB โ€ข 7 view

UAR Gelar Pelatihan Bekam di Pengungsian Penyintas Gempa Flores
Foto: Ketua Komunitas Terapis Al-Fatah (KTA) Tabib Rajiun, C.Ht menyampaikan materi Pelatihan Bekam Basic di Pengungsian Penyintas Gempa Flores Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Kec. Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Kamis (1/10/2026)

TIM Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) menggelar Pelatihan Bekam atau Hijamah bagi warga terdampak gempa bumi di Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (1/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Balai Warga Waso tersebut diikuti sekitar 25 peserta muslimin dan muslimat dari Dusun Waso dan Ronting, Desa Satar Kampas. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias sejak pelatihan dimulai pukul 08.00 WITA.


โ€œAlhamdulillah peserta mengikuti pelatihan dengan antusias. Kemarin yang mendaftar dari Dusun Waso dan Ronting, Desa Satar Kampas, lebih dari 30 peserta. Hari ini sebagian berhalangan hadir,โ€ ujar panitia pelatihan, Novie Avianti, saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).


Pelatihan menghadirkan Ketua Komunitas Terapis Al-Fatah (KTA), Tabib Rojiun C.Ht, sebagai pemateri. Ia merupakan pelatih tersertifikasi BNSP, Founder Griya Sehat Asy Syifa Bogor, serta Koordinator Tim Terapis UAR.


Mengusung tema โ€œBelajar Bekam dari Nol, Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)โ€, pelatihan dirancang untuk memberikan pengetahuan dasar hingga praktik bekam kepada masyarakat, pemula maupun tenaga kesehatan.


Materi diawali dengan pembahasan sejarah bekam atau hijamah, termasuk praktik bekam yang dikenal dalam sejarah pengobatan Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi Wasallam dan para sahabat. Peserta kemudian mendapatkan materi mengenai pengertian bekam serta anatomi tubuh.


Rojiun juga menjelaskan sejumlah aspek penting dalam pelaksanaan bekam, mulai dari kontraindikasi dan kegawatdaruratan hingga sterilisasi.


โ€œMateri tersebut diberikan agar peserta memahami bahwa praktik bekam tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga memperhatikan keamanan dan prosedur yang tepat,โ€ ujarnya.


Dalam penyampaian materinya, Rojiun juga mengutip hadis riwayat Bukhari tentang pengobatan, โ€œKesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu sayatan alat bekam, minum madu, atau sundutan dengan api (kay), dan aku melarang umatku berobat dengan kay.โ€


Menurutnya, pembelajaran bekam juga perlu mengenalkan metode sayatan, di samping penggunaan alat atau metode lain yang banyak digunakan dalam praktik bekam saat ini. โ€œJadi intinya, kita juga harus mempelajari bekam dengan sayatan sebagaimana dianjurkan Nabi,โ€ tegasnya.


Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti sesi simulasi dan praktik langsung bersama tim terapis. Peserta kemudian diberikan kesempatan bertanya untuk memperdalam pemahaman mengenai teknik, titik pembekaman, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan selama proses pembekaman.


Mendapat Pemahaman Baru


Salah seorang peserta, Muhidin Akbar, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, khususnya mengenai titik-titik pembekaman dan penanganan apabila muncul kondisi yang tidak diinginkan saat praktik.


โ€œAlhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan, saya lebih paham mengenai titik-titik pembekaman dan bagaimana menangani hal-hal apabila dalam proses pembekaman mengalami sesuatu yang tidak diinginkan,โ€ kata Muhidin.


Ia menambahkan, โ€œSingkatnya, banyak hal yang kami pahami setelah mengikuti semua proses pelatihan dan praktik langsung. Terima kasih banyak kepada Tim UAR yang sudah menyediakan pelatihan buat kami.โ€


Menurut Muhidin, ia sebelumnya sudah pernah mendapatkan layanan bekam dari tim kesehatan UAR. Ia juga mengaku telah memiliki pengalaman belajar bekam sebelumnya sehingga pelatihan kali ini semakin menambah pemahamannya.


โ€œSaya sudah pernah dibekam oleh tim UAR di Posko Waso. Alhamdulillah, saya juga sudah pernah belajar bekam sebelumnya, jadi sekarang semakin paham setelah mengikuti pelatihan hari ini,โ€ tuturnya.


Pelatihan yang berlangsung hingga pukul 16.00 WITA tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan akhir UAR dalam misi kemanusiaan di Dusun Waso, sebelum keseluruhan program ditutup dengan โ€œDoa Bersamaโ€ yang dijadwalkan pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026.


Panitia berharap, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi pelatihan sehari, tetapi menjadi bekal ilmu yang dapat terus dikembangkan masyarakat Dusun Waso dan sekitarnya setelah Tim UAR NTT, Jawa Timur dan Markas Pusat menyelesaikan misi kemanusiaan di lokasi terdampak gempa. [AM]

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!