OKI Kerjasama Sama dengan UNESCO untuk Selamatkan Warisan Budaya Islam

814

Moslemtoday.com : Organisasi Kerjasama Islam (OKI) meminta negara-negara anggota untuk melakukan tindakan segera dan cara yang tepat untuk melindungi warisan budaya Islam yang tersisa terhadap penghancuran yang disengaja dan perdagangan ilegal warisan budaya di zona konflik, seperti : Suriah, Palestina dan Yaman.

Sekretaris Jenderal OKI Dr. Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen membuat seruan tersebut dalam konferensi internasional mengenai “Aksi Islam untuk Perlindungan Warisan Budaya” yang diadakan di Istanbul, Turki, 1-2 November pekan lalu yang diselenggarakan Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO).

Dalam pidatonya, Dr. Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen menyerukan untuk mengadaptasi cara-cara tepat melalui inisiatif dan mekanisme internasional untuk pelestarian warisan budaya secara keseluruhan, dan untuk menyelamatkan dan memulihkan warisan yang terancam punah di negara-negara Islam

Dia meminta peserta untuk mengembangkan kebijakan dan rencana budaya tentang perlindungan warisan budaya untuk diadopsi pada Konferensi Menteri Menteri ke-10 yang akan diselenggarakan oleh Organisasi Islam, Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (ISESCO) di Khartoum, Sudan, pada tanggal 21-23 November .

Dia menekankan bahwa OKI telah berkomitmen untuk menjadi benteng dan pelindung warisan budaya dan identitas Islam dan memberikan prioritas tertinggi untuk perlindungan warisan budaya di tempat-tempat suci. Untuk mewujudkan komitmennya tersebut, OKI menjalin kerjasama dengan UNESCO, badan khusus PBB yang didirikan pada 1945 untuk mempromosikan kerja sama antar negara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya.

Al-Othaimeen menunjukkan bahwa pelestarian, perlindungan dan pengayaan warisan budaya akan berkontribusi untuk melawan distorsi citra Islam. Dia mengatakan bahwa konferensi ini bertujuan untuk berkontribusi dalam melindungi identitas budaya dan memori peradaban Islam dalam hal pengetahuan sejarah, ilmu pengetahuan kuno, nilai universal, gagasan arsitektur tradisional dan tradisi. (DH/MTD)

Sumber : Arabnews

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here