Berita

Menhaj Dorong Penguatan Wisata Religi dan Industri Halal untuk Perkuat Hubungan Indonesia-Uzbekistan

Logo

Posted by: Niesky H.P

09 September 2026 11:04 WIB โ€ข 278 view

Menhaj Dorong  Penguatan Wisata Religi dan  Industri Halal untuk Perkuat  Hubungan Indonesia-Uzbekistan
Foto: Pertemuan Kemenhaj dan Ketua Komite Pariwisata Uzbekistan ( Foto : Humas Kemenhaj )

Kementrian Haji dan Umrah RI melakukan penjajakan untuk kerjasama dengan Uzbekistan dalam beberapa hal.

 

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mendorong penguatan hubungan Indonesia dan Uzbekistan melalui pengembangan wisata religi, konektivitas penerbangan, industri halal, hingga kerja sama ekonomi digital.

 

ADSPromosikan Video Profil Sekolah, Informasi PPDB, Yayasan, Lembaga, Usaha, Bisnis, Produk di Moslem Today TV Channel, KLIK DISINI

โ€œImam Bukhari merupakan guru spiritual bagi banyak orang di Indonesia. Di Bukhara ada Imam Bahauddin An-Naqsyabandi yang juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia,โ€ ujar Menhaj dalam pertemuan dengan Ketua Komite Pariwisata Uzbekistan Abdulaziz Akkulov di Tashkent, Uzbekistan Senin, 8 September 2026 mengutip laman resmi Kemenhaj.

 

 

Dalam pertemuan tersebut, Menhaj Gus Irfan mengatakan kedekatan tersebut dapat diterjemahkan menjadi pengembangan wisata religi yang tidak sekadar menghadirkan kunjungan ke situs bersejarah, tetapi juga pengalaman spiritual dan pendalaman tradisi keilmuan Islam.

 

Menhaj mencontohkan tradisi pesantren di Indonesia yang setiap Ramadan mengkhatamkan Shahih Bukhari. Tradisi tersebut, menurutnya, dapat dikembangkan dalam bentuk program wisata religi di Samarkand.

 

โ€œSelama Ramadan, sebagian pesantren di Indonesia mengkhatamkan Shahih Bukhari. Akan menarik jika sebagian kegiatan itu dilakukan di sini,โ€ katanya.

 

Menhaj juga melihat peluang pengembangan paket umrah yang dipadukan dengan kunjungan ke Uzbekistan. โ€œUmrah plus Uzbekistan merupakan tawaran yang menarik bagi jemaah umrah,โ€ ujarnya.

 

Selain itu, sambungnya, pengembangan wisata religi perlu didukung dengan konektivitas transportasi yang memadai. Karena itu, Indonesia dan Uzbekistan akan melanjutkan pembahasan mengenai kemungkinan pembukaan konektivitas penerbangan langsung antara maskapai kedua negara.

 

โ€œKita perlu meningkatkan hubungan dan kerja sama dua negara ini. Saya juga bertemu dengan gubernur, pengusaha Indonesia, dan pengusaha Uzbekistan yang ingin berusaha di Indonesia. Semoga hal ini dapat terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama,โ€ kata Menhaj.

 

Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam rangkaian kunjungan Menhaj ke Uzbekistan, setelah sebelumnya mengunjungi Samarkand dan Bukhara. Dalam pertemuan dengan Komite Pariwisata Uzbekistan, kedua pihak membahas peluang menjadikan kedekatan sejarah dan hubungan spiritual sebagai pintu masuk untuk memperluas kerja sama pariwisata dan ekonomi.

 

 

Sementara itu, Ketua Komite Pariwisata Uzbekistan Abdulaziz Akkulov mengatakan pertemuan dengan Menhaj memiliki makna simbolis bagi hubungan kedua negara. Pertemuan pada 8 September 2026 bertepatan dengan satu tahun pelantikan Menteri Haji dan Umrah sekaligus lahirnya Kementerian Haji dan Umrah RI.

 

Abdulaziz juga mengaitkan pertemuan tersebut dengan sejarah kunjungan Presiden Soekarno ke Samarkand sekitar 70 tahun lalu. Pada 5 September 2026, Menhaj menghadiri peluncuran Hotel Hadith di Samarkand yang bertepatan dengan tanggal kedatangan Presiden Soekarno ke kota tersebut pada 1956.

 

โ€œPertemuan ini sengaja dilakukan setelah kunjungan ke Samarkand dan Bukhara untuk mendapatkan masukan dari Menteri Haji dan Umrah,โ€ ujar Abdulaziz.

Ia mengatakan Uzbekistan telah memberlakukan bebas visa bagi tujuh negara sejak 2017, termasuk Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan mobilitas wisatawan kedua negara.

 

Selain itu, Abdulaziz juga menyampaiakan bahwa Uzbekistan menjadi salah satu negara yang tahun ini banyak dikunjungi wisatawan Indonesia.

 

Dalam delapan bulan terakhir,ujarnya, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Uzbekistan terus meningkat dan bahkan telah melampaui jumlah wisatawan asal Malaysia.

 

Karena itu, Komite Pariwisata Uzbekistan menyambut gagasan pengembangan wisata religi berbasis pengalaman spiritual. Salah satu gagasan yang dinilai menarik adalah program mendalami hadis selama Ramadan di Samarkand.

โ€œProgram mendalami hadis selama Ramadan, misalnya di Samarkand, merupakan ide yang menarik,โ€ kata Abdulaziz.

 

Selain konektivitas penerbangan, kedua pihak juga membahas promosi pariwisata bersama. Abdulaziz mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Menteri Pariwisata Indonesia mengenai peluang promosi bersama untuk meningkatkan kunjungan wisatawan kedua negara.

โ€œKami ingin wisatawan Uzbekistan datang ke Indonesia, dan wisatawan Indonesia datang ke Uzbekistan,โ€ katanya.

 

Menhaj pun mengundang masyarakat Uzbekistan untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Menurutnya, Indonesia memiliki keragaman destinasi yang sangat besar.

โ€œIndonesia memiliki lebih banyak tujuan wisata dibandingkan Malaysia dan Thailand,โ€ ujarnya.

 

Kerja sama juga diarahkan pada penguatan ekosistem industri halal. Komite Pariwisata Uzbekistan menyatakan kesiapan memenuhi kebutuhan sertifikasi halal apabila menjadi bagian dari pengembangan kerja sama pariwisata kedua negara.

โ€œKami siap jika diperlukan sertifikasi halal,โ€ kata Abdulaziz.

 

Pada kesempatan yang sama, Dubes RI untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin menambahkan, di sektor ekonomi digital, Bank Indonesia dan Bank Sentral Uzbekistan juga tengah membahas kemungkinan penggunaan QRIS dan UzQR. Kerja sama tersebut diharapkan memudahkan transaksi wisatawan Indonesia dan Uzbekistan ketika berkunjung ke masing-masing negara.

 

Dengan berbagai peluang tersebut, kerja sama Indonesia-Uzbekistan diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membangun ekosistem yang menghubungkan wisata religi, konektivitas transportasi, industri halal, perdagangan, hingga sistem pembayaran digital.

 

 

 

 

 

 

 

 

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!