Ratusan Pasien Panti Rehabilitasi YKAB Sumut Disiksa, Dimurtadkan dan Mata Dibalsem Jika Tidak Hafal Al-Kitab

4871

Moslemtoday.com : Panti Rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa di Jalan Letjen Jamin Ginting, Gang Bersama, Kelurahan Pujidadi, Kota Binjai, Sumatera Utara, digerebek Tim Gabungan TNI,Polri,BNNK, F-KUB dan Pemko Binjai karena dilaporkan telah menyiksa dan memperlakukan pasiennya dengan tidak manusiawi.

Penggerebekan dilakukan atas informasi dari pasien yang berhasil melarikan diri karena tidak tahan disiksa di panti rehabilitasi tersebut. Para pasien mengaku, begitu masuk panti rehabilitasi tersebut petugas langsung memborgol dan merantai mereka.

Sebagaimana dikutip dari Okezone.com, Selama berbulan-bulan menjadi pasien di Panti Rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa, 158 pasien diborgol tangan dan kakinya dirantai. Mereka mengaku kerap dipukuli pengelola panti. Tim gabungan dari Pemkot Binjai, Polres Binjai, Kodim 0203/LKT, dan BNN Binjai yang mendatangi panti rehab itu, Rabu (28/12/2016), mendapati ratusan pasien dikurung di kamar dengan kaki dirantai dan dikunci gembok besar.

Sedangkan dari penelusuran Medanbagus.com, Edi Sembiring (31), salah seorang pasien panti rehabilitasi yayasan Kasih Anugerah Bangsa, warga Jalan Mang Anam, kecamatan Medan Deli, Kota Medan akhirnya memilih kabur setelah  tak kusa menerima penyiksaan yang terus dialamatkan kepadanya selama menjadi pasien.

Menurut Edi, dia bukan saja disiksa, akan tetapi juga dipaksa dan diwajibkan untuk menghapal ayat dari Alkitab. Keadaan berat yang dialaminya itu memaksanya untuk lari dengan cara menjebol seng dan melompat ke pinggir sungai.

“Saya tidak sanggup di tempat itu, setiap hari selalu siksaan yang terus saya rasakan. Bahkan kaki saya juga di rantai dan saya di Baptis. Saya juga dipaksa untuk menghapal ayat ayat dari kitab Nasrani. Saya tidak sanggup makanya saya nekad kabur dan langsung sembunyi di rumah kawan karena saya tidak berani pulang ke rumah,” tutur Edi Sembiring kepada Medanbagus.com, Kamis (29/12).

Setelah kasus itu terungkap, sebanyak 23 orang dari ratusan bekas pasien panti tersebut disyahadatkan ulang oleh tokoh agama Kota Binjai, Kamis (29/12). Syahadat dipimpin oleh H Ahmad Nasir, selaku Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (F-KUB) Kota Binjai, didampingi oleh Kepala BNNK Binjai AKBP Safwan Khayat, Kapolsek Binjai Kota Kompol RS Ritonga, serta Sekjen MUI, Jafar Siddik.

H Ahmad Nasir mengatakan, disyahadatkan ulangnya warga ini karena terindikasi ada pemindahan keyakinan ke satu agama.

“Mereka pertama masuk ke panti rehabilitasi disuruh untuk menghapal kitab Injil, kalau gak bisa menghapal maka matanya akan dikasih Balsem Geliga. Kalau kita tau dirinya seorang muslim maka akan kita syahadatkan ulang,” tegasnya.

Setelah mendengar keluh-kesah pasien, Pemkot Binjai menutup panti rehab itu. Polisi pun memasang garis kuning di lokasi untuk menyelidiki kasus penyiksaan pasien.

Sumber : 

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here