Artikel

Ust. Nur Fajri Romadhon: Asy'ariyah Maturidiyah Termasuk Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Logo

Posted by: Ahmad Muda Nasution

08 July 2026 14:19 • 954 view

Ust. Nur Fajri Romadhon: Asy'ariyah Maturidiyah Termasuk Ahlus Sunnah Wal Jamaah
Foto: Anggota Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ust. Nur Fajri Romadhon, Lc., M.A

Temanggung : Anggota Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ust. Nur Fajri Romadhon, Lc., M.A., menyebutkan bahwa Asy'ariyah merupakan bagian dari Ahlus Sunnah wal Jamaah. Karena itu, Muhammadiyah mengambil pendekatan yang mengakomodasi berbagai khazanah pemikiran Ahlus Sunnah dan tidak terjebak pada fanatisme terhadap satu aliran tertentu.


Hal tersebut disampaikan Nur Fajri dalam Seminar Manhaj Aqidah Muhammadiyah yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Temanggung, Jawa Tengah, pada Ahad (5/7/2026).

ADVERTISEMENT


Menurut dia, pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan memiliki penguasaan yang mendalam terhadap kitab-kitab turats sebelum menghadapi berbagai tantangan pemikiran, seperti gerakan zending, sekularisme, hingga paham-paham kontemporer.


Ia menjelaskan, penguasaan turats yang dimiliki KH Ahmad Dahlan bersifat akomodatif sehingga tidak membawa isu-isu sektarian di antara corak pemikiran Ahlus Sunnah, baik Asy'ariyah, Maturidiyah, maupun Salafi/Atsari.


"KH Ahmad Dahlan berhasil mempertemukan ketiga corak pemikiran Ahlus Sunnah tersebut melalui perjalanan intelektualnya di Nusantara, Makkah, hingga bersentuhan dengan gagasan pembaruan dari Mesir. Pendekatan itu kemudian turut mewarnai Muhammadiyah yang beliau dirikan," katanya.


Nur Fajri mengatakan semangat tersebut tercermin dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT), yang mengakomodasi berbagai istilah yang telah lama digunakan dalam khazanah Ahlus Sunnah, seperti Ahlus Sunnah, Ahlul Haq wa Sunnah, dan Firqah Najiyah.


Ia juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah tidak mengadopsi secara utuh klasifikasi tauhid Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa Sifat sebagaimana dikenal dalam sebagian literatur, maupun konsep dua puluh sifat sebagaimana berkembang dalam tradisi Asy'ariyah. Sebaliknya, Muhammadiyah memilih pendekatan yang lebih akomodatif sebagai ikhtiar meminimalkan perdebatan sektarian di tengah umat.


Dalam kesempatan tersebut, Nur Fajri juga menyinggung anggapan yang menyamakan Muhammadiyah dengan Wahabisme. Menurut dia, Muhammadiyah tidak berafiliasi dengan Wahabi, meskipun memiliki sejumlah titik temu dalam manhaj aqidah yang sama-sama berada dalam koridor Ahlus Sunnah.


Ke depan, kata dia, Muhammadiyah akan lebih memfokuskan perhatian pada upaya menjawab tantangan aqidah kontemporer, seperti pluralisme, ateisme, agnostisisme, deisme, saintisme, dan nativisme, agar umat Islam memiliki bekal pemahaman yang kuat dalam menghadapi perkembangan pemikiran modern.


Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memperkuat pemahaman aqidah yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah dengan tetap menghargai khazanah keilmuan Islam yang berkembang di kalangan Ahlus Sunnah wal Jamaah.


Selengkapnya di : https://www.youtube.com/live/G2YSIbCmTyM

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel, Daftar Jadi Kontributor, Klik : Register

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Ahlan Wa Sahlan...

Dapatkan akses fitur lengkap dengan login atau mendaftar akun baru.

Daftar Sekarang