Berita

Gelar FGD di Jakarta, Kemenhaj Dorong Produk Nasional Masuk Rantai Pasok Haji

Logo

Posted by: Niesky H.P

25 June 2026 10:38 WIB โ€ข 409 view

Gelar FGD di Jakarta, Kemenhaj Dorong Produk Nasional Masuk Rantai Pasok Haji
Foto: Foto FGD Kemenhaj ( Foto Humas Kemenhaj RI)

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menggear Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah .


Dalam FGD tersebut salah satu pembahasannya adalah memperluas keterlibatan produk dan pelaku usaha nasional dalam sektor yang memiliki potensi ekonomi sekitar Rp194 triliun per tahun.


Acara yang digelar di Jakarta, Selasa (23/6), melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan mitra strategis.


Forum tersebut membahas berbagai strategi penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah, mulai dari sektor pangan, logistik, investasi hingga pemberdayaan UMKM guna meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.


Direktur Fasilitasi Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Tri Hidayatno mengatakan pengembangan ekosistem ekonomi haji merupakan langkah strategis untuk meningkatkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.


โ€œPotensi ekonomi haji dan umrah merupakan peluang strategis yang harus dioptimalkan bersama. Melalui pengembangan ekosistem yang terintegrasi, kami ingin memastikan semakin banyak produk, layanan, dan pelaku usaha Indonesia menjadi bagian dari rantai nilai haji dan umrah sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,โ€ ujar Tri melansir laman resmi Kemenhaj haji.go.id.


Menurutnya, penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah memerlukan kolaborasi antara regulator, pengelola investasi, mitra internasional, dan pelaku usaha agar berbagai peluang ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan haji dan umrah dapat dimanfaatkan secara optimal. Upaya tersebut juga didukung berbagai inisiatif strategis pemerintah, termasuk pengembangan Kampung Haji.


Salah satu fokus yang dibahas dalam forum tersebut adalah peningkatan pemanfaatan produk pangan nasional untuk memenuhi kebutuhan jamaah Indonesia di Arab Saudi. Komoditas seperti beras premium dan produk perikanan dinilai memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok kebutuhan konsumsi jamaah.


Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Yosi, mengatakan kebutuhan beras premium di Arab Saudi membuka peluang yang besar bagi produk pertanian Indonesia untuk memperluas akses pasar internasional.


โ€œKebutuhan beras premium di Arab Saudi merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan secara optimal. Dengan kolaborasi yang kuat dan dukungan investasi, produk pangan Indonesia memiliki peluang menjadi bagian dari rantai pasok haji dan umrah secara berkelanjutan,โ€ jelasnya.


Selain sektor pangan, forum juga membahas pengembangan Pusat Logistik Berikat (PLB) untuk memperkuat distribusi dan rantai pasok kebutuhan jamaah, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. Penguatan standar keamanan pangan, dukungan investasi, kemitraan UMKM, serta pengelolaan DAM haji juga menjadi bagian dari strategi pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah.


Sebagai tindak lanjut, para pemangku kepentingan sepakat memperkuat koordinasi lintas sektor, mengoptimalkan kerja sama dengan mitra Arab Saudi, serta mempercepat penyusunan mekanisme dan peta jalan pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang berkelanjutan.


Melalui langkah tersebut, Kemenhaj berharap semakin banyak produk dan pelaku usaha nasional yang terlibat dalam rantai pasok haji dan umrah sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!