Internasional

Hamas Tunjuk Khalil Al Hayya sebagai Pemimpin Baru

Deli Hermanto

Posted by: Deli Hermanto

21 July 2026 20:20 • 519 view

Hamas Tunjuk Khalil Al Hayya sebagai Pemimpin Baru
Foto: Hamas Tunjuk Khalil Al Hayya sebagai Pemimpin Baru

GAZA — Gerakan Hamas menunjuk tokoh senior Khalil al-Hayya sebagai pemimpin baru kelompok Palestina tersebut. Ia menggantikan Yahya Sinwar yang tewas dalam pertempuran dengan pasukan Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2024.


Penunjukan Al-Hayya diumumkan Hamas pada Senin. Tokoh yang telah lama menjadi salah satu pemimpin senior Hamas yang tinggal di luar Palestina itu juga dikenal berperan penting dalam berbagai proses negosiasi dan perundingan selama beberapa tahun terakhir.

ADSPromosikan Video Profil Sekolah, Informasi PPDB, Yayasan, Lembaga, Usaha, Bisnis, Produk di Moslem Today TV Channel, KLIK DISINI


Yahya Sinwar tewas pada 17 Oktober 2024 dalam pertempuran langsung dengan militer Israel di Rafah, Gaza selatan. Kematian Sinwar terjadi beberapa bulan setelah pemimpin Hamas sebelumnya, Ismail Haniyeh, tewas dalam pembunuhan yang dikaitkan dengan Israel di Teheran, Iran, pada Juli 2024.


Setelah kematian Sinwar, Hamas sebelumnya memutuskan untuk tidak segera memilih pemimpin baru. Kelompok tersebut membentuk sebuah badan kepemimpinan yang terdiri atas lima tokoh, dengan Muhammad Ismail Darwish, yang merupakan ketua Dewan Syura Hamas, sebagai pemimpin badan tersebut.


Al-Hayya sendiri pernah menjadi sasaran upaya pembunuhan oleh Israel dalam serangan di Doha, Qatar, pada September tahun lalu. Sumber yang dekat dengan Hamas saat itu menyebut seluruh pemimpin senior yang menjadi sasaran serangan, termasuk Al-Hayya, Khaled Meshal, dan Zaher Jabarin, berhasil selamat.


Namun, serangan tersebut menewaskan putra Al-Hayya, Hammam al-Hayya, serta direktur kantornya, Jihad Lubbad. Sejumlah orang lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.


Khalil al-Hayya lahir di Gaza pada 1960. Ia disebut pertama kali bertemu dengan pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin, pada 1980, sekitar tujuh tahun sebelum Hamas secara resmi berdiri.


Al-Hayya merupakan salah satu tokoh awal dalam sayap politik Hamas. Sepanjang perjalanan politiknya, ia pernah menduduki sejumlah posisi dalam organisasi mahasiswa dan serikat pekerja. Ia juga terpilih sebagai anggota Dewan Legislatif Palestina (PLC) pada 2006.


Pada 2007, Al-Hayya kembali menjadi sasaran upaya pembunuhan Israel. Dalam serangan tersebut, sejumlah anggota keluarganya, termasuk istri dan tiga anaknya, dilaporkan tewas.


Sejak saat itu, Al-Hayya memainkan peran penting dalam berbagai upaya perundingan gencatan senjata dengan Israel. Ia terlibat dalam proses negosiasi selama perang Gaza pada 2014 dan kembali menjadi salah satu tokoh utama dalam perundingan terkait konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023.


Selain berperan dalam urusan politik dan negosiasi, Al-Hayya juga terlibat dalam upaya memperbaiki hubungan Hamas dengan sejumlah negara di kawasan. Pada 2022, ia melakukan perjalanan ke Damaskus untuk meresmikan pemulihan hubungan Hamas dengan pemerintah Suriah setelah hubungan kedua pihak memburuk akibat gejolak Arab Spring dan perang saudara di Suriah.


Dengan penunjukan tersebut, Al-Hayya kini menjadi salah satu figur utama yang akan menentukan arah politik dan strategi Hamas di tengah konflik berkepanjangan di Jalur Gaza serta berbagai upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata.


Sumber : https://www.middleeasteye.net/news/hamas-names-khalil-al-hayya-new-leader

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel, Daftar Jadi Kontributor, Klik : Register

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Ahlan Wa Sahlan...

Dapatkan akses fitur lengkap dengan login atau mendaftar akun baru.

Daftar Sekarang