Berita Nasional

Penjelasan BNPB tentang Kerangka Baja Ringan Huntara yang Roboh di Dusun Ronting

Logo

Posted by: Al Mujahid WA

24 September 2026 21:49 WIB • 6 view

Penjelasan BNPB tentang Kerangka Baja Ringan Huntara yang Roboh di Dusun Ronting
Foto: Kerangka huntara yang roboh saat gempa susulan M 5,3 melanda Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, NTT, Senin (21/09/2026)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan penjelasan terkait video yang beredar di media sosial mengenai kerangka baja ringan hunian sementara (huntara) yang roboh di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, setelah wilayah tersebut diguncang gempa susulan pada Senin (21/09/2026).


BNPB menegaskan, bangunan yang terlihat roboh dalam video tersebut bukan merupakan unit huntara yang telah selesai dibangun maupun yang sudah siap dihuni warga. Kerangka tersebut masih berada dalam tahap awal pemasangan atau work in progress ketika gempa terjadi.


Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan, saat gempa susulan terjadi, kerangka baja ringan tersebut belum dikunci secara menyeluruh. Selain itu, bagian fondasinya juga belum selesai dilakukan pengecoran atau penyemenan.


“BNPB memastikan kerangka yang roboh tersebut bukan merupakan bagian dari unit huntara yang sudah jadi atau siap huni,” kata Berton dalam penjelasan BNPB, Rabu (23/9/2026).


Menurut BNPB, kondisi struktur yang masih dalam tahap pemasangan tersebut membuatnya belum memiliki ketahanan sebagaimana bangunan huntara yang telah selesai konstruksi. Terlebih, gempa susulan yang terjadi memiliki kekuatan Magnitudo 5,3 (belakangan diupdate menjadi M 5,1).


Tujuh Huntara Tetap Kokoh


Berton SP Panjaitan mengungkapkan, tujuh unit huntara yang dibangun BNPB di Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Manggarai Timur tetap berdiri kokoh ketika gempa susulan terjadi.


Ketujuh unit tersebut telah selesai dibangun dan sudah diserahterimakan kepada warga penerima manfaat pada Senin (21/9/2026), bersamaan dengan terjadinya gempa susulan.


Lebih lanjut Berton mengungkapkan, secara teknis, setiap unit huntara yang dibangun BNPB berukuran sekitar 6 x 4 meter. Struktur utamanya menggunakan tiang dan rangka baja ringan, dengan dinding berbahan gipsum dan atap seng GRC.


Untuk menunjang kelayakan hunian, masing-masing unit dilengkapi dua pintu sebagai akses keluar-masuk serta dua jendela dengan ventilasi udara.


Pembangunan di Ronting Dilanjutkan


Meski telah terjadi insiden bangunan baja ringan roboh diguncang gempa susulan, BNPB menyatakan proses pembangunan huntara di Dusun Ronting tetap dilanjutkan setelah material kerangka yang roboh dibersihkan. Tim teknis dan pelaksana di lapangan melakukan perakitan kembali unit-unit huntara dengan menerapkan pengawasan serta pengamanan struktur yang lebih ketat selama proses konstruksi.


BNPB juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan informasi secara utuh, bijak, dan berdasarkan kondisi faktual di lapangan, terutama dalam menyebarkan informasi melalui media sosial.

Langkah tersebut dinilai penting agar informasi mengenai proses penanganan pascabencana tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan di tengah masyarakat yang masih menjalani masa pemulihan.


Badan Nasional Penaggunlangan Bencana  menyatakan akan terus mengawal proses pembangunan huntara dan memastikan hunian yang diserahterimakan kepada warga memenuhi standar kelayakan serta ketahanan bangunan terhadap potensi guncangan gempa. [AM]

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!