Presiden Lebanon Joseph Aoun melontarkan kritik keras terhadap Iran dengan menuduh Teheran terlalu mencampuri urusan dalam negeri Lebanon dan menjadikan negaranya sebagai alat tawar-menawar dalam konflik kawasan. Pernyataan tegas tersebut disampaikan Aoun dalam wawancara eksklusif dengan CNN pada Jumat (5/6/2026).
Dalam wawancara tersebut, Aoun menegaskan bahwa rakyat Lebanon sudah lelah menjadi korban dari konflik yang terus berulang, khususnya pertikaian antara Israel dan Hizbullah yang selama ini mendapat dukungan dari Iran. Menurutnya, keterlibatan Teheran tidak memberikan manfaat nyata bagi Lebanon, melainkan lebih banyak digunakan untuk memenuhi kepentingan strategis Iran sendiri.
โKalian tidak berusaha membantu kami. Rakyat Lebanon yang membayar harganya demi kepentingan kalian sendiri,โ kata Aoun. Ia menegaskan bahwa kepentingan Lebanon tidak sejalan dengan kepentingan Iran dalam berbagai dinamika politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Aoun juga mengkritik pernyataan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang dinilainya terlalu jauh mencampuri urusan negaranya. Dengan nada tegas, Presiden Lebanon menyatakan bahwa Iran tidak memiliki hak untuk menentukan arah kebijakan Lebanon.
โIni bukan negara kalian, ini negara kami,โ tegasnya.
Lebih lanjut, Aoun menuduh Iran memanfaatkan Lebanon sebagai instrumen dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat. Menurutnya, praktik tersebut tidak dapat diterima karena mengorbankan kepentingan dan stabilitas rakyat Lebanon.
โMereka menggunakan Lebanon sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi mereka dengan AS. Ini tidak dapat diterima,โ ujarnya.
Selain mengkritik Iran, Aoun juga menyampaikan kecaman terhadap kelompok Hizbullah. Ia menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, yang menolak kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel dan menyebutnya sebagai bentuk penyerahan diri.
Aoun menegaskan bahwa Qassem tidak mewakili seluruh rakyat Lebanon. Menurutnya, banyak warga dari berbagai kelompok agama, termasuk komunitas Syiah, menginginkan perdamaian dan tidak lagi ingin hidup dalam bayang-bayang peperangan.
โKepada Qassem, rakyat Lebanon bukanlah rakyatmu,โ kata Aoun.
Presiden Lebanon itu mengungkapkan bahwa masyarakat sudah terlalu sering menjadi korban konflik bersenjata yang menyebabkan kerusakan infrastruktur serta jatuhnya korban jiwa. Ia menilai warga Lebanon berhak hidup dalam keamanan tanpa harus menyaksikan rumah mereka hancur akibat perang yang berulang setiap beberapa tahun.
โMereka pantas untuk tidak melihat rumah mereka dihancurkan setiap lima atau sepuluh tahun,โ ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Aoun menunjukkan foto-foto warga sipil Lebanon yang tewas akibat serangan Israel. Ia menegaskan bahwa para korban tersebut adalah warga negara Lebanon yang berhak mendapatkan perlindungan dan kehidupan yang damai.
โMereka adalah rakyat Lebanon. Mereka bukan rakyat Naim Qassem,โ tegasnya.
Terkait konflik dengan Israel, Aoun menilai solusi militer tidak akan mampu menciptakan keamanan jangka panjang bagi kedua pihak. Karena itu, ia menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi dan perundingan.
Menurut Aoun, Lebanon dan Israel saat ini memiliki peluang untuk mengakhiri permusuhan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia menyatakan pemerintah Lebanon siap terlibat dalam negosiasi guna mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
โKami siap, kami bersedia, kami berkomitmen untuk negosiasi guna mengakhiri perang,โ kata Aoun.
Ia menambahkan bahwa masyarakat Lebanon maupun Israel sama-sama telah merasakan dampak buruk konflik yang berlangsung sejak 1948. Karena itu, kedua negara harus menentukan pilihan antara melanjutkan peperangan atau menempuh jalan diplomasi.
โIni adalah kesempatan besar, dan mereka berdua harus memilih: perang atau diplomasi,โ pungkasnya.
Sumber : https://edition.cnn.com/2026/06/05/middleeast/lebanon-israel-hezbollah-peace-intl