Abu Dhabi โ Iran melancarkan serangan lebih dari selusin rudal dan drone ke Uni Emirat Arab pada Senin (4/5/2026), dalam eskalasi terbaru ketegangan di kawasan Teluk. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas apa yang disebut Teheran sebagai โpetualangan militerโ Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Pemerintah UEA menyatakan bahwa serangan itu melibatkan 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, serta empat drone. Salah satu serangan drone memicu kebakaran di fasilitas energi di Fujairah, yang merupakan salah satu pusat ekspor minyak utama negara tersebut. Tiga warga negara India dilaporkan mengalami luka sedang akibat insiden tersebut.
ADVERTISEMENT
Kementerian Luar Negeri UEA mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam stabilitas dan keamanan negara. โSerangan ini merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima dan menjadi ancaman langsung terhadap keamanan serta keselamatan wilayah kami,โ demikian pernyataan resmi pemerintah. UEA juga menegaskan haknya untuk memberikan respons atas serangan tersebut.
Media pemerintah Iran, mengutip seorang pejabat senior, menyatakan bahwa serangan itu bukan direncanakan sebelumnya, melainkan sebagai reaksi terhadap manuver militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Teheran menuding langkah Washington sebagai upaya membuka jalur pelayaran melalui Selat Hormuz secara ilegal.
Sebelumnya, Amerika Serikat mengumumkan rencana untuk mengawal kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Kantor berita Fars milik Iran mengklaim bahwa pasukannya sempat menargetkan kapal perang AS dengan dua rudal. Namun klaim tersebut dibantah oleh pihak militer AS.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga menepis laporan tersebut dan menyatakan bahwa hanya sebuah kapal Korea Selatan yang terkena dampak. Ia menambahkan bahwa pasukan AS telah menembak jatuh tujuh kapal cepat di kawasan Teluk, meskipun klaim ini juga dibantah oleh Iran.
Insiden ini menambah tekanan terhadap gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran sejak 8 April lalu, pasca konflik yang melibatkan Israel. Kedua negara sejauh ini menghindari konfrontasi langsung, namun saling menunjukkan kekuatan melalui blokade dan manuver militer di kawasan.
Dalam perkembangan lain, Oman melaporkan dua orang terluka akibat serangan yang mengenai bangunan permukiman di Bukha, wilayah eksklave yang berada di pesisir Teluk dekat Fujairah.
Serangan ini juga mendorong pemerintah UEA untuk mengalihkan kegiatan sekolah ke sistem pembelajaran jarak jauh sebagai langkah antisipasi. Sementara itu, otoritas setempat di Fujairah terus berupaya mengendalikan kebakaran yang terjadi di fasilitas energi akibat serangan drone.
Situasi di kawasan Teluk kini kembali memanas, dengan meningkatnya risiko konflik terbuka di jalur pelayaran strategis dunia tersebut. *
Sumber : https://www.middleeasteye.net/news/uae-says-missile-drone-strikes-launched-from-iran