Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa respons terbaru Teheran terhadap proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang merupakan tawaran yang โbertanggung jawab dan dermawanโ. Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta konsesi tambahan dari Washington, melainkan mendesak penghentian perang serta pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.
Dalam pernyataannya yang dikutip media pemerintah Iran, IRNA, Senin (11/5), Baqaei mengatakan bahwa fokus utama Teheran adalah menghentikan konflik dan mengakhiri tindakan yang disebutnya sebagai โpembajakan maritimโ terhadap kapal-kapal Iran.
ADVERTISEMENT
โKami tidak menuntut konsesi apa pun dari Amerika Serikat. Kami hanya meminta perang diakhiri dan tindakan pembajakan terhadap kapal Iran dihentikan,โ ujar Baqaei.
Ia juga menegaskan bahwa Pakistan masih berperan sebagai mediator resmi antara Iran dan Amerika Serikat dalam upaya diplomasi yang tengah berlangsung. Meski demikian, negara lain seperti Qatar turut memberikan pandangan dan masukan dalam proses mediasi tersebut.
โPakistan, sebagai mediator resmi antara Iran dan AS, terus menjalankan aktivitasnya dalam proses ini,โ kata Baqaei.
Menurutnya, proses diplomasi internasional harus dijalankan berdasarkan kepentingan nasional masing-masing pihak. Iran, lanjut dia, akan tetap membuka ruang diplomasi selama dinilai sesuai dengan kepentingan negara.
โIran akan bertempur jika diperlukan, dan akan memanfaatkan peluang diplomasi kapan pun kami anggap tepat,โ tegasnya.
Sebelumnya, pada Minggu (10/5), Iran telah mengirimkan respons resmi terhadap proposal terbaru AS melalui mediator Pakistan. Proposal tersebut merupakan bagian dari upaya mengakhiri konflik berkepanjangan yang terus memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan regional meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu aksi balasan Teheran terhadap Israel serta sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk. Situasi juga diperburuk dengan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Gencatan senjata sempat diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen. Presiden AS, Donald Trump, kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu tertentu guna memberi ruang bagi proses diplomasi menuju penyelesaian konflik secara permanen.
Sumber : Anadolu | https://www.aa.com.tr/en/middle-east/iran-says-its-response-to-us-proposal-to-end-war-generous-responsible/3933587