Madinah โ Sebuah dokumen yang diduga berasal dari Universitas Islam Madinah (Islamic University of Madinah), Arab Saudi, memicu perdebatan mengenai kebebasan intelektual dan akses terhadap literatur Islam. Dokumen tersebut dilaporkan memuat daftar hampir 100 ulama, pemikir, dan penulis Muslim yang karya-karyanya disebut dibatasi aksesnya di lingkungan perpustakaan universitas tersebut.
Dokumen yang beredar di media sosial itu disebut berasal dari Unit Teknologi Informasi, Departemen Urusan Perpustakaan Universitas Islam Madinah. Daftar tersebut dipublikasikan oleh peneliti sekaligus aktivis hak asasi manusia asal Arab Saudi, Abdullah al-Oudah di akun X miliknya, Senin (26/10/26).
Sejumlah nama besar dalam dunia pemikiran Islam tercantum dalam dokumen tersebut. Di antaranya Abul Hasan Ali Nadwi, Abul A'la Maududi, Malek Bennabi, Yusuf al-Qaradawi, dan Muhammad al-Ghazali.
Selain itu, terdapat pula nama-nama seperti Mustafa al-Siba'i, Abdul-Wahhab Khallaf, Abdulaziz al-Tarifi, Safar al-Hawali, Salman al-Oudah, dan Awad al-Qarni.
Keberagaman latar belakang para tokoh yang tercantum dalam daftar tersebut, mulai dari pemikir Islam dari berbagai negara hingga sejumlah tokoh terkemuka Arab Saudi, memunculkan pertanyaan mengenai dasar dan kriteria yang digunakan dalam pembatasan akses terhadap karya-karya mereka.
Belum diketahui apakah setiap karya yang tercantum telah melalui proses peninjauan akademik secara khusus, apakah pembatasan dilakukan berdasarkan isi buku tertentu, ataukah seluruh karya seorang penulis masuk dalam daftar pembatasan.
Laporan yang beredar juga belum menyertakan penjelasan resmi mengenai alasan pencantuman nama-nama tersebut. Karena itu, klarifikasi dari pihak Universitas Islam Madinah maupun otoritas terkait di Arab Saudi dinilai penting untuk menjelaskan latar belakang, cakupan, dan penerapan kebijakan tersebut.
Penjelasan resmi juga diperlukan untuk membedakan apakah pembatasan berlaku terhadap seluruh karya seorang tokoh atau hanya terhadap judul-judul tertentu.
Sejumlah Tokoh Memiliki Karya yang Dikenal di Dunia Islam
Beberapa nama yang tercantum dalam daftar tersebut merupakan tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan pemikiran dan kajian keislaman di berbagai belahan dunia.
Abul Hasan Ali Nadwi dan Abul A'la Maududi, misalnya, dikenal melalui karya-karya mereka yang mendapat perhatian luas di kalangan akademisi, lembaga pendidikan Islam, serta komunitas keagamaan di kawasan Asia Selatan, khususnya India dan Pakistan.
Demikian pula sejumlah penulis lainnya yang telah menghasilkan karya dalam bidang akidah, pemikiran Islam, pendidikan, fikih, dan kajian sosial-politik. Sebagian tokoh tersebut juga pernah memperoleh penghargaan dan pengakuan atas kontribusi akademik maupun aktivitas intelektual mereka.
Meski demikian, pengakuan akademik atau penghargaan yang diterima seorang penulis tidak serta-merta berarti seluruh pemikirannya harus diterima tanpa kajian kritis. Sebaliknya, pembatasan akses terhadap suatu karya juga semestinya disertai penjelasan yang jelas mengenai alasan dan pertimbangan yang mendasarinya.
Hingga kini, informasi yang beredar belum memberikan rincian memadai mengenai judul-judul buku yang masuk dalam daftar maupun apakah pembatasan tersebut turut berlaku di lembaga pendidikan lainnya.
Berikut daftar 100 tokoh tersebut :
- Abu al-Hasan al-Nadwi
- Sayyid Qutb
- Ahmad al-Basuni
- Ahmad al-Ghaziri
- Raghib Ismail Ahmad
- Khalid Abu Shadi
- Tawfiq al-Wai
- Muhammad Ismail al-Muqaddam
- Jabir Rizq
- Muhsin al-Awaji
- Jamal Madi
- Ruqayyah al-Muharib
- Jawdat Said
- Adil al-Kalbani
- Hasan al-Saqqaf
- Nasir ibn Misfir al-Zahrani
- Hasan al-Safti
- Ali al-Umari
- Hasan Hanafi
- Abdullah al-Said
- Khalid Abu Shadi
- Sad al-Hajari
- Khalid Nasir al-Ghamidi
- Hasan al-Banna
- Khalis Jalabi
- Rashid al-Ghannushi
- Raysun Habis
- Kiram Hajins
- Zuhayr Muhammad Jamil Kutbi
- Raghib al-Sirjani
- Safar al-Hawali
- Muhammad Abd al-Maqsud
- Salman al-Awdah
- Abd al-Rahman al-Harbi
- Suhayl Zayn al-Abidin
- Nawal al-Eid
- Salah al-Sawi
- Said al-Ghamidi
- Tariq Ramadan
- al-Khalil Abd al-Aziz Nasir
- Asim Abd al-Majid
- Muhammad Baqir al-Sadr
- Abd al-Rahman al-Ashmawi
- Rashid al-Ruwayshid
- Abd al-Rahman Abd al-Khaliq
- Usamah al-Sallabi
- Abd al-Sabur Shahin
- Salman al-Awdah
- Abd al-Aziz Al Abd al-Latif
- Ali Jurayshah
- Abd al-Aziz al-Tarifi
- Kamil al-Sharif
- Abd al-Karim Bakkar
- Jamal al-Husayni
- Abd al-Karim Zaydan
- Abdi al-Hilali
- Abdullah al-Arwi
- Muhammad al-Ghazali
- Abdullah al-Nafisi
- Muhammad al-Awadi
- Abd al-Wahhab Azzam
- Abd al-Rahman Taha
- Muhammad Abd al-Rahman al-Arifi
- Ahmad al-Hawwash
- al-Izzi Diya al-Din
- Muhammad Muwaffaq Salim
- Ali al-Sallabi
- Isam al-Uwayd
- Ali al-Wardi
- Muhammad Ratib al-Nabulusi
- Ali Hammud
- Wajih Hasan Muhammad
- Umar al-Muqbil
- Mahmud al-Misri
- Amr Khalid
- Ahmad Amin
- Awad al-Qarni
- al-Sadiq al-Ghiryani
- Fahd al-Sunaydi
- Fathi Yakan
- Malik ibn Nabi
- Yusuf Zaydan
- Muhammad Hassan
- Ahmad Raif
- Muhammad Shahatah
- Abdullah al-Ulwan
- Muhammad Musa al-Sharif
- Muhammad al-Maydan
- Muhammad Yusri
- Muhammad Salih al-Munajjid
- Mustafa al-Sibai
- Fahd al-Qadi
- Nasir al-Umar
- Abu al-Ala al-Mawdudi
- Hashim Maruf
- Muhammad al-Arifi
- Yahya al-Yahya
- Sulayman al-Ulwan
- Yusuf al-Qaradawi
- . Farid Abd al-Khaliq
Sumber : https://en.hawzahnews.com/news/379335/Saudi-Islamic-University-Reportedly-Bans-Works-of-Nearly-100