Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

IRGC Bersumpah Balas Kematian Ayatollah Ali Khamenei dengan Pembalasan Setimpal, Targetkan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu

Teheran, 1 Maret 2026 — Garda Revolusi Iran (IRGC) berjanji akan menjatuhkan hukuman “berat dan tegas” kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas di kediamannya pada Minggu (1/3). Pemerintah Iran menyebut peristiwa tersebut sebagai “kejahatan besar” yang tidak akan dibiarkan. IRGC menyebut Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa “tangan balas dendam bangsa Iran” tidak akan melepaskan para pelaku pembunuhan terhadap pemimpin yang mereka sebut sebagai “Imam Umat.” Kabinet Iran turut memperingatkan bahwa kematian Khamenei akan dibalas setimpal.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Khamenei wafat di kantornya, dan menyebut ia “berdiri di garis depan tanggung jawabnya.” Sebagai bentuk penghormatan, bendera berkabung hitam dikibarkan di kompleks suci Imam Reza shrine di kota Mashhad, kota terbesar kedua di Iran dan pusat ziarah utama umat Syiah. Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta libur nasional selama tujuh hari.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Khamenei tewas dalam operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan pejabat tinggi Iran serta sistem rudal di Teheran. Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari upaya menghilangkan ancaman yang dinilai segera.

Trump juga menyatakan bahwa serangan udara “berat dan presisi” akan terus berlanjut sepanjang pekan atau selama diperlukan guna mencapai stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan kepada rakyat Iran untuk memanfaatkan momentum tersebut guna menggulingkan pemerintahan yang berkuasa sejak Revolusi Islam 1979. Ia menyatakan bahwa ini adalah saat bagi rakyat Iran untuk “mengamankan masa depan mereka.”

Di sisi lain, Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran, menyambut laporan kematian Khamenei dan menyatakan bahwa Republik Islam Iran telah “berakhir secara efektif.” Melalui pernyataan di platform X, Pahlavi memperingatkan agar tidak menunjuk pengganti Khamenei dan menyerukan aparat keamanan untuk mendukung transisi politik.

“Setiap upaya mempertahankan rezim yang runtuh akan berujung pada kekalahan,” ujarnya, sembari meminta masyarakat tetap waspada dan bersiap untuk aksi massa dalam waktu dekat.

Operasi militer gabungan dilaporkan dimulai pada Sabtu dengan serangan pendahuluan Israel yang disebut sebagai langkah pre-emptif. Militer Israel menyatakan sekitar 200 jet tempur terlibat dalam serangan terhadap lebih dari 500 target, termasuk lokasi pertemuan pejabat senior Iran dan peluncur rudal.

Netanyahu memperingatkan bahwa ribuan target tambahan akan diserang dalam beberapa hari mendatang, menandakan eskalasi konflik yang berpotensi memperluas ketegangan di kawasan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari komunitas internasional terkait dampak lanjutan dari perkembangan dramatis tersebut. *

Sumber https://www.lemonde.fr/en/international/article/2026/02/28/iran-s-supreme-leader-khamenei-confirmed-dead-says-trump_6750968_4.html

Baca Juga

Top Post Ad

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2024 - Moslemtoday.com | All Right Reserved