Internasional

7 Poin Penting Hasil Pertemuan Trump-Xi Jinping di Beijing, China

Deli Hermanto

Posted by: Deli Hermanto

14 May 2026 20:19 โ€ข 497 view

7 Poin Penting Hasil Pertemuan Trump-Xi Jinping di Beijing, China
Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. (Pool Photo via AP/Arabnews)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menyepakati sejumlah isu strategis dalam pertemuan tingkat tinggi di Beijing, Kamis (14/5/2026). Dalam pertemuan yang berlangsung di Great Hall of the People tersebut, kedua pemimpin menegaskan pentingnya menjaga stabilitas hubungan bilateral di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi global.


Pertemuan yang disebut Trump sebagai โ€œmungkin pertemuan terbesar yang pernah adaโ€ itu berlangsung selama lebih dari dua jam dan membahas berbagai isu utama, mulai dari perdagangan, Taiwan, Iran, hingga kerja sama investasi dan teknologi.

ADVERTISEMENT

1. AS dan China Sepakat Iran Tidak Boleh Memiliki Senjata Nuklir

Gedung Putih menyatakan Trump dan Xi sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Keduanya juga menekankan pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka demi stabilitas perdagangan dan pasokan energi global.


Isu Iran menjadi salah satu fokus utama di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang turut memicu tekanan terhadap ekonomi dunia.

2. Xi Jinping Tekankan Hubungan Stabil AS-China

Dalam pidato pembukaan, Xi menegaskan bahwa hubungan stabil antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia akan memberikan manfaat besar bagi dunia internasional.


โ€œKetika kita bekerja sama, kedua pihak mendapatkan manfaat. Ketika kita berkonfrontasi, kedua pihak akan menderita,โ€ ujar Xi di hadapan media.


Trump pun memuji Xi sebagai โ€œpemimpin besarโ€ dan mengundang Presiden China itu untuk melakukan kunjungan balasan ke Gedung Putih pada September mendatang.

3. Negosiasi Dagang Disebut Mencapai Kemajuan Positif

Xi mengungkapkan bahwa perundingan ekonomi dan perdagangan antara tim AS dan China di Korea Selatan telah menghasilkan โ€œhasil yang seimbang dan positif secara keseluruhanโ€.


Negosiasi tersebut bertujuan mempertahankan gencatan perang dagang yang disepakati pada Oktober tahun lalu, ketika Trump menangguhkan tarif tinggi terhadap produk China dan Beijing tidak lagi membatasi ekspor rare earth yang penting bagi industri global.


Kedua negara juga disebut akan memperluas kerja sama di bidang perdagangan, pertanian, dan investasi.

4. Taiwan Jadi Isu Paling Sensitif

Xi kembali menegaskan bahwa Taiwan merupakan isu paling penting dalam hubungan AS-China. Menurutnya, kesalahan dalam menangani isu Taiwan dapat memicu konflik dan situasi yang sangat berbahaya.


China juga menyampaikan penolakan keras terhadap rencana penjualan senjata AS kepada Taiwan senilai US$14 miliar yang masih menunggu persetujuan Trump.


Di sisi lain, AS tetap berpegang pada kebijakan memberikan dukungan pertahanan kepada Taiwan meski tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

5. Kerja Sama Teknologi dan AI Ikut Dibahas

Selain perdagangan tradisional, kedua negara juga membahas mekanisme dialog terkait kecerdasan buatan (AI) dan teknologi canggih.


Washington disebut ingin meningkatkan ekspor pesawat Boeing, produk pertanian, dan energi ke China guna mengurangi defisit perdagangan. Sementara Beijing mendorong AS melonggarkan pembatasan ekspor semikonduktor dan peralatan chip canggih.

6. Pengusaha Besar AS Turut Hadir di Beijing

Trump turut membawa sejumlah CEO perusahaan besar AS ke Beijing, termasuk Elon Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang.


Trump mengatakan salah satu tujuan utamanya adalah meminta China โ€œmembuka diriโ€ lebih luas terhadap industri Amerika Serikat.


Xi menanggapi dengan menyatakan bahwa pintu keterbukaan China akan semakin terbuka dan perusahaan-perusahaan AS tetap memiliki peran penting dalam reformasi ekonomi China.

7. Posisi Politik Trump dan Xi Dinilai Berbeda

Pengamat hubungan internasional menilai dinamika kekuatan antara AS dan China telah berubah dibanding kunjungan Trump ke Beijing pada 2017.


Trump kini menghadapi tekanan politik domestik akibat perang Iran, inflasi, dan ancaman Partai Republik kehilangan kendali Kongres dalam pemilu sela November mendatang. Sementara Xi dinilai berada dalam posisi politik yang lebih stabil meski ekonomi China mengalami perlambatan.


Meski demikian, kedua negara sama-sama berkepentingan menjaga stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan global.


Pertemuan di Beijing ini juga menjadi sinyal bahwa AS dan China masih berupaya mempertahankan komunikasi strategis di tengah rivalitas yang terus meningkat di kawasan Indo-Pasifik dan dunia.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel, Daftar Jadi Kontributor, Klik : Register

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Ahlan Wa Sahlan...

Dapatkan akses fitur lengkap dengan login atau mendaftar akun baru.

Daftar Sekarang